Showing posts with label Culinary Tourism. Show all posts
Showing posts with label Culinary Tourism. Show all posts

15 Tempat Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Monday, May 18, 2015
Selain terkenal dengan tempat wisata alam yang indah dan sejuk, Bandung juga terkenal dengan wisata kulinernya. Menawarkan berbagai macam tempat makan, kota Bandung akan membuat Anda bingung dengan banyaknya pilihan yang ada. Mau tahu tempat wisata kuliner di Bandung yang harus dikunjungi di sela-sela waktu liburan Anda? Berikut ulasannya.

1. Paskal Food Market

Paskal Food Market
Berlokasi di area Pasir Kaliki, dekat stasiun Bandung, Paskal Food Market mempunyai lebih dari 100 penjual makanan, mulai dari makanan khas Bandung, sampai dengan makanan internasional seperti makanan Jepang dan Korea. Dengan konsep ruangan terbuka, Anda akan dimanjakan oleh udara sejuk kota Bandung ditemani dengan makanan hangat yang nikmat.
Cukup dengan bermodalkan 10.000 Rupiah, Anda sudah bisa menikmati makanan enak yang ditawarkan di Paskal Food Market. Karena harga makanannya yang tidak mahal, Paskal Food Market sering kali dikunjungi oleh pelajar dan anak muda. Selain itu, tempat wisata kuliner ini juga dilengkapi dengan kolam keberuntungan dan suasana romantis dengan lampu dan obor yang dibuat sedemikian rupa.

2. Rumah Sosis

Rumah Sosis
Rumah Sosis bukanlah sembarang tempat wisata kuliner di Bandung, melainkan juga merangkap sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Bandung yang terkenal. Dengan konsep “eat, swim, play”, Rumah Sosis menawarkan sebuah tempat yang sangat cocok untuk hiburan keluarga, terutama untuk keluarga yang mempunyai anak kecil.
Sesuai dengan namanya, menu utama di Rumah Sosis adalah berbagai jenis makanan dengan bahan utama sosis. Sosis yang ditawarkan juga sangat beragam, ada sosis ayam, sapi, ikan, ada yang besar, dan juga ada yang kecil. Bagi yang tidak ingin makan sosis, tidak perlu kuatir karena tempat wisata kuliner ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, nasi liwet, chicken katsu, dan lain-lain.
Selain menyajikan makanan yang enak, Rumah Sosis juga mempunyai banyak wahana permainan yang menyenangkan, misalnya mini golf, perahu sosis, kolam renang, lorong sesat, dan lain-lain. Wahana permainan ini tidaklah gratis dan mempunyai harga yang berbeda-beda.

3. Pino Pizza

Pino Pizza
Berlokasi di Jalan Buah Batu, Pino Pizza menjual pizza, salad, dan pasta dengan harga yang bersaing dibanding dengan restoran pizza lain. Pizza yang ditawarkan di sini cukup beragam dengan harga mulai dari 45.000 Rupiah. Yang paling menarik adalah menu pizza manis yang hanya ditawarkan di Pino Pizza saja. Apa itu pizza manis?
Pizza manis adalah pizza yang topping-nya tidak berupa daging atau sayur, melainkan berupa topping manis, seperti apel dan pisang. Selain pizza, Pino Pizza juga menawarkan tuna salad, pasta carbonara, pasta aglio olio, oreo latte, dan lain-lain.

4. Cie Rasa Loom Buah Batu

Cie Rasa Loom
Berlokasi di Jalan Terusan Buah Batu, Cie Rasa Loom adalah tempat wisata kuliner yang mempunyai menu andalan berupa mie Aceh. Restoran yang buka 24 jam ini didominasi oleh warna merah dan mempunyai 2 lantai dengan penerangan berupa lampu kuning. Restoran ini dimiliki oleh orang Aceh yang pandai memasak sehingga tidak perlu diragukan lagi rasanya. Nama “Cie Rasa Loom” juga mempunyai arti sendiri yaitu “coba rasakan lagi”.

5. Kampung Daun

Kampung Daun
Kampung Daun merupakan tempat wisata kuliner di Bandung yang unik. Pada saat tiba di lokasi, Anda akan langsung memasuki dunia yang berbeda, yaitu dunia dengan suasana pedesaan yang nyaman. Selain suasana tradisional, Kampung Daun juga menawarkan masakan khas Indonesia sehingga sangat cocok sekali dengan suasana yang ada.
Selain suasana pedesaan yang menenangkan jiwa, tempat wisata kuliner yang terletak di Jalan Sersan Bajuri ini juga menawarkan suasana romantis pada malam hari dengan pencahayaan yang pintar. Makanan yang dapat dipesan di restoran ini di antaranya: surabi, batagor, nasi liwet, gurame bakar, nasi timbel, bebek bakar, nasi goreng, sop buntut, nasi bakar, sampai dengan steak, iga bakar, dan es krim.

6. Iga Bakar Si Jangkung

Iga Bakar Si Jangkung
Sudah pernah dengar yang namanya Iga Bakar Si Jangkung? Tempat wisata kuliner ini dinamakan demikian karena pemiliknya mempunyai tinggi badan yang jangkung (tinggi). Berlokasi di Jalan Cipaganti, warung iga tenda ini menawarkan iga yang tidak biasa. Apa yang membuatnya tidak biasa? Bila sebagian besar restoran iga akan menyajikan iga bakar dengan tulangnya, di Iga Bakar Si Jangkung Anda tidak akan menemukan tulang.
Disajikan dengan nasi hangat dan ditaburi dengan 3 pilihan taburan berupa bawang merah, cabe rawit, atau tomat, iga sapi bakar di Iga Bakar Si Jangkung sangatlah lezat. Dengan rasa daging yang manis dan gurih, rahasia dari Iga Bakar Si Jangkung adalah dagingnya yang direbus selama 3 jam dan kemudian dipanggang dan dipanaskan dengan wajan tanah liat. Pecinta iga bakar wajib mencoba iga bakar yang satu ini.

7. Nasi Kalong

Nasi Kalong
Sesuai dengan namanya, Nasi Kalong yang berlokasi di Jalan RE Martadinata ini buka mulai dari jam 7 malam sampai dengan dini hari, sangat cocok untuk mengisi perut yang keroncongan pada malam hari. Tidak perlu takut datang ke tempat makan ini pada malam hari, karena tempat ini sangatlah ramai dengan pengunjung yang kelaparan, jangan heran bila melihat antrian yang mengular.
Menu andalan yang paling disukai di sini adalah nasi berwarna hitam dilengkapi dengan lebih dari 20 jenis lauk yang dapat dipilih sendiri seperti tahu goreng, ayam goreng madu, tumis buncis bakar, dan lain-lain. Nasi hitam yang disediakan sebenarnya adalah nasi merah yang dimasak dengan kluwek, ditambah dengan cabai, bawang merah, kepala parut goreng, daun salam, dan bumbu lainnya. BIla tidak ingin makan nasi ini, tidak perlu kuatir karena tersedia juga nasi putih.

8. Yoghurt Cisangkuy

Yoghurt Cisangkuy
Beralamat di Jalan Cisangkuy nomor 85, Yoghurt Cisangkuy telah menjadi tempat nongkrong yang nyaman dengan menu yang sehat. Yoghurt sendiri merupakan sebuah produk hasil olahan dari susu fermentasi yang mempunyai banyak manfaat kesehatan. Tidak seperti yoghurt pada umumnya, Yoghurt Cisangkuy menawarkan yoghurt yang tidak asam, melainkan mempunyai berbagai pilihan raasa yang enak. Bukan hanya itu saja, yoghurt ini juga disajikan dengan buah, sesuai dengan rasa yoghurt yang dipesan, jadi bila Anda memesan yoghurt rasa strawberry maka di dalam yoghurt tersebut akan ada buah strawberry juga.
Selain rasa strawberry, Yoghurt Cisangkuy juga menawarkan rasa lain seperti rasa moka, lecci, coklat, dan anggur dengan harga yang terjangkau, hanya 9.500 Rupiah saja. Selain yoghurt, Anda juga dapat memesan beberapa jenis snack hangat seperti sosis goreng, kentang goreng, somay, batagor, sate, dan lain-lain.

9. Roemah Nenek Resto Cafe

Roemah Nenek Resto Cafe
Roemah Nenek Resto Cafe adalah tempat wisata kuliner Bandung yang cukup populer. Menyajikan berbagai jenis masakan seperti chicken taragon, nasi lidah jamur, pizza bakar, pasta, sampai dengan masakan lokal. Suasana restoran ini cukup nyaman dengan nuansa rumah klasik dan udara yang sejuk khas Bandung. Restoran yang beralamat di Jalan Taman Cibeunying Selatan nomor 47 ini juga dilengkapi dengan internet gratis untuk semua pelanggan Roemah Nenek Resto Cafe.

10. Raja Rasa

Raja Rasa
Raja Rasa yang berlokasi di Jalan Setra Ria, Bandung adalah sebuah restoran seafood dan sunda yang mempunyai suasana tenang dan asri serta penuh dengan citarasa seni. Buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam, Raja Rasa menawarkan berbagai menu andalan seperti kangkung hotplate, udang saos keraton, gurame bakar jimbaran, cumi goreng, krapu saus kecap, sup kepiting, kerang hijau pedas, sop iga, sampai dengan ayam bakar. Selain menu perorangan, restoran yang terletak di depan Mall Setra Sari ini juga menawarkan paket makanan yang dapat dimakan sampai dengan 4 orang.

11. The Peak

The Peak
Berjarak sekitar 40 menit perjalanan dari pusat kota Bandung, The Peak adalah sebuah restoran yang tidak hanya menawarkan makanan enak, melainkan juga menawarkan pemandangan kota Bandung yang sangat indah. Berlokasi di ketinggian lebih dari 1200 meter, tepatnya di Jalan Desa Karyawangi, The Peak menawarkan menu masakan barat dan lokal dengan harga mulai dari 20.000 Rupiah sampai dengan lebih dari 500.000 Rupiah. Menu paling oke di restoran ini adalah steak, steak yang ditawarkan ada bermacam-macam, mulai dari sirloin, tenderloin, rib eye, sampai dengan steak kobe. Tempat makan ini sangat cocok untuk menikmati pemandangan kota Bandung dengan cara yang romantis dan mengenyangkan.

12. Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe
Berlokasi di tengah kota Bandung, Atmosphere Resort Cafe menawarkan pengalaman makan masakan khas Eropa, namun dengan tempat duduk lesehan. Bila Anda tidak ingin duduk lesehan, tidak perlu kuatir karena restoran berkapasitas 650 orang ini juga mempunyai meja dan kursi seperti biasa. Selain itu, terdapat juga gazebo ala Bali yang dapat Anda gunakan untuk makan bersama keluarga. Di sekitar gazebo ini Anda akan melihat banyak kolam ikan yang semakin menambah kenyamanan. Menu Atmosphere Resort Cafe yang paling favorit adalah steak.

13. The Valley Bistro Cafe

The Valley Bistro Cafe
The Valley Bistro Cafe yang berlokasi di kawasan Dago adalah tempat wisata kuliner yang romantis di Bandung. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, dilengkapi dengan penerangan berupa obor dan lilin pada malam hari, menjadikan restoran ini menjadi salah satu favorit pasangan muda yang ingin mengisi perut. Perlu diingat bahwa tidak ada kendaraan umum yang menuju The Valley Bistro Cafe, sehingga Anda harus menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi. Harga makanan di The Valley Bistro Cafe bisa mencapai 100.000 Rupiah per porsi.

14. Sapu Lidi

Sapu Lidi
Sapu Lidi adalah salah satu magnet wisata di daerah Lembang. Selain penginapan, Sapu Lidi juga menawarkan pengalaman makan dengan suasana pedesaan yang asri dan sejuk. Dengan tempat makan berupa saung di dekat sawah, Sapu Lidi menawarkan berbagai jenis masakan Sunda, Indonesia, sampai dengan masakan ala Eropa.

15. Maja House

Maja House
Maja House adalah tempat wisata kuliner di Bandung yang paling disukai warga Jakarta dan sekitarnya. Selain makanan yang nikmat, restoran yang cocok untuk makan siang dan makan malam ini menawarkan keindahan alam Bandung yang sejuk dan indah dipandang mata. Restoran yang satu lokasi dengan hotel Stevie G ini tidak hanya menyediakan tempat duduk saja untuk makan, melainkan juga kasur dan selimut untuk mereka yang tidak tahan dengan dinginnya Lembang. Menu rekomendasi restoran yang beralamat di Jalan Sersan Bajuri nomor 72 ini adalah spaghetti dan steak.

Sumber : http://anekatempatwisata.com

Kuliner Khas Papua Yang Eksotik dan Lezat

Tuesday, March 3, 2015
Eksotika alam dan budaya Papua menarik bagi petualang. Begitu juga kulinernya, unik , lezat dan menantang. Berikut makanan wajib icip jika bertandang ke Papua. Tidak diragukan lagi, keindahan wisata Papua memang eksotis. Wisata bawah lautnya yang mempesona tak bisa mengalahkan keelokan budaya lokalnya juga. Di samping menyajikan keindahan wisata alamnya, Papua juga menawarkan wisata kuliner khas Papua yang siap menggoyang lidah anda dengan kenikmatan makanan lokal. Papua menantang anda untuk mencoba kelezatan wisata kuliner khas Papua.
Seperti halnya daerah bagian timur Indonesia, di Papua, Sagu merupakan makanan utama pengganti nasi, karena memang di Papua sangat jarang ditemui nasi. Kebanyakan masyarakat makan sagu. Mereka membuatnya sendiri dan mengambilnya dari pohon sagu yang tumbuh di lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan ulat sagu yang tumbuh di pohon sagu pun mereka konsumsi dan menjadi kuliner unik di Papua. Berani mencoba kuliner Papua? Berikut adalah wisata kuliner khas Papua yang bisa anda coba sendiri kelezatannya.

Udang Selingkuh
Namanya saja mengundang penasaran, apalagi rasanya. Udang dengan capit besar dianggap telah berselingkuh dengan kepiting  , merupakan hewan endemik sungai Baliem.  Hanya ada di Wamena dan tidak dibudidayakan, jadi tergantung musim. Perlu keberuntungan menikmati hewan berkarapks. Setidaknya ada 5 restoran di Wamena menyediakan udang selingkuh. Salah satunya rumah makan Mas Budi.

Ubi
Ubi merupakan makanan pokok masyarakat Papua Tengah. Sebagai sumber karbohidrat kehadirannya tidak pernah absen dalam upacara bakar batu. Uniknya menu ini juga hadir di hotel berbintang di Papua. Kalau tidak percaya datang ke Travellers Hotel Sentani saat sarapan pagi.
 
Ulat Sagu
Nama latinnya sih keren, Rhynchophorus ferruginenus. Tapi bentuk larva kumbang kepala merah ini menjijikan . Meskipun memiliki kandungan protein tinggi, tidak banyak orang bernyali menikmatinya. Tapi sesekali tak ada salahnya mencoba. Karena makanan ini termasuk langka, tidak semua tempat di Papua ada. Beruntung penjaja makanan di Festival Danau Sentani 2013 menjual. Jadi kita coba yuk ulat sagunya.

Papeda
Bentuknya mirip lem kanji , untuk mengambilnya digunakan dua bilah kayu mirip garputala . Makanan ini tidak hanya populer di Papua  tapi juga di Maluku. Biasanya bersanding dengan ikan kuah kuning. Sebetulnya cara makannya tidak disendok tapi diseruput bersama kuah. Slurp… rasa nikmat masuk bersama satu hisapan.

Ikan Kuah Kuning
Rasanya mirip pindang bening ikan di Sumatra. Segarnya rasa jeruk nipis dan rempah bercampur jadi satu. Potongan tomat dan daun kemangi membuat rasanya makin nendang, sangt pas dinikmati saat masih hangat. Potongan ikan gabus bertekstur kenyal melengkapi kenikmatan kuah kuning. Hidangan ini dapat dijumpau di Restoran Yougwa, Sentani.

Sayur Ganemo
Daun melinjo muda ditumis bersama bunga pepaya dan cabai. Sayur Ganemo biasa disandingkan bersama Ikan Kuah Kuning dan Papeda. Sayur penyeimbang karbohidrat dan protein. Hidangan ini dapat dijumpau di Restoran Yougwa, Sentani.

Gabus Danau Sentani
Danau Sentani memiliki sekitar 30 species ikan tawar, empat diantaranya endemik: ikan gabus danau sentani (Oxyeleotris heterodon), Ikan Pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus) dan Hiu gergaji (Pristis microdon). Khahabei atau gabus Danau Sentani memiliki kandungan protein tinggi. Di rumah makan Yougwa, gabus sudah difillet (dibuang tulangnya) dan digoreng garing. Paling pas dinikmati bersama sambal dan lalapan.

Sate Rusa
Jika ke Sentani jangan lupa ke rumah Makan Mickey untuk menikmati sate rusa. Rasa dagingnya yang manis banyak digemari konsumen. Jadi jangan kecewa jika anda tidak kebagian.

Ayam Cemete
Merupakan ayam bakar berbumbu lalu diberi kacang mete. Aroma gurih kacang mete dan ikan berbaur, membangkitkan selera makan.  Dan benar saja ketika sampai di lidah , rasa gurih itu sangat dalam. Paling pas dinikmati hanya dengan nasi,tidak lauk pauk lainnya.

Roti Gulung Abon
Camilan ini memang bukan makananan tradisional Papua, tapi sudah menjadi buah tangan khas Papua. Konon panganan ini diciptakan oleh perantau asal Surabaya. Tekstur roti yang lembut sangat pas berpadu dengan abon cita rasa manis pedas. Selian bisa dimakan langsung, roti gulung abon bisa dimakan bersama nasi. Selain itu ada rasa kombinasi abon dan keju atau coklat.

Kepiting Goreng Ala Timika Papua 
Perkampungan suku Kamoro yang letaknya sekitar 12 Km dari kota Mimika Timika Papua, masyarakatnya yang hidup sederhana ternyata menyimpan kekayaan wisata kuliner yang beraneka ragam. Suku Kamoro yang tinggal dipesisir dan dikelilingi rawa-rawa banyak menghasilkan aneka kuliner yang menggiurkan lidah kita. Salah satunya adalah kepiting raksasa dan masyarakat setempat menamainya Karaka. 
Masyarakat setempat banyak membudidayakan secara alami Karaka tersebut kemudian dijual ke kota Mimika. Karaka tersebut dibungkus dengan daun pisang kemudian dibawa ke kota Mimika dengan berjalan kaki hingga sampai ke rumah makan seafood di kota Mimika.
Karaka dihidangkan dengan cara rebus atau bakar lalu disiram dengan saus ala masyarakat setempat dengan berbagai rempah-rempah yang ada di daerah tersebut. Rasa boleh diadu, tidak kalah dengan rumah makan yang terkenal seafoodnya di Jakarta.
Berat Karaka bisa mencapai satu kilogram setiap ekornya. Bisa kita bayangkan, capit dan cangkannya kita buka daging putih yang lezat itu menggoda selera kita. Aroma rempah-rempah yang melapisinya membuat kita menelan ludah jika kita hanya melihatnya saja. Warna merah kecoklatan dari cangkangnya menambah daya tarik selera. Rasa segar kepiting Karaka kita bisa menikmati kelezatannya di Mimika Timika Papua. 
Disadur dari berbagai sumber.
 

Kuliner Khas Papua, Papeda dan Ikan Kuah Kuning

Saturday, June 8, 2013

1. Papeda
Papeda merupakan makanan khas masyarakat Papua dan Maluku. Papeda telah menjadi makanan Pokok bagi masyarakat Papua, biasanya Kuliner ini di sajikan bila ada acara - acara adat. namun sekarang dengan mudah kita jumpai di Restauran atau Rumah makan yang menyediakan Kuliner Khas Papua dan Maluku ini.
Terbuat dari batang pohon sagu, cara pembuatanya pun masih menggunakan cara - cara tradisional yaitu dengan menokok batang utama pohon sagu yang telah berumur kira - kira sekitar tiga sampai lima tahun, kemudian bonggolnya di peras hingga sari patinya keluar, dan dari sari patinya ini di peroleh tepung sagu murni kemudian disimpan didalam alat yang disebut tumang dan siap untuk diolah. Sagu memiliki sumber karbohidrat, dan Gizi yang terkandung di dalamnya pun cukup tinggi sehingga Papeda bisa menjadi makanan Pokok pengganti Nasi.
Nah, sagu ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bagian timur, khususnya Maluku dan Papua. Tapi ternyata juga dikenal oleh masyarakat rumpun melayu yang lain, seperti Malaysia dan Brunai. Bahkan makanan yang disebut papeda ini, dikenal juga di sana dengan nama ‘Linut’. Selain itu, di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur), papeda dikenal dengan nama ‘Kapurung’.
Cara pembuatan Papeda sangat mudah, dan mungkin semua orang di Papua dapat membuatnya, bila sahabat pembaca ingin memperlajarinya  silakan berkunjung ke Papua untuk mempelajarinya pada Ibu-ibu yang sudah mahir, kalau belum mahir apa bisa di kata Papua gak yah neh Ibu-Ibunya, tapi saya yakin Mayoritas Ibu - Ibu di Papua dapat membuatnya. Mau belajar Buat Papeda tapi kalau ke Papua jauh?, masa cuman belajar buat Papeda saja kok musti ke Papua!. yah memang harus, karena untuk Menyantap Papeda kudu kunjungin dan kenali dulu Daerah Papua agar Menjadi Lengkap, Karena bila menyantap Papeda tanpa Berwisata ke Papua, rasanya akan Terasa hambar.

2. Ikan Kuah Kuning
Indonesia merupakan negara yang mempunyai beragam suku, bahasa, budaya dan terkenal pula dengan keanekaragaman kulinernya. Untuk itu, kali ini saya akan membahas mengenai kuliner dari sebuah daerah yang berada di ujung wilayah indonesia yaitu papua dengan masakan kuliner-nya “Ikan Kuah Kuning” yang terkenal dengan citarasa lezat dari kuahnya.
Yaa.. Ikan kuah kuning, sesuai dengan namanya kuliner khas papua ini terlihat berwarna kuning dengan hiasan menggunakan tomat dan cabe merah. Masakan tersebut berbahan dasar dari ikan tuna atau ikan cakalang dan dikombinasikan dengan bahan-bahan rempah-rempah seperti kunyit, tomat, cabai, santan, daun salam dan lain-lainnya.
Cara pembuatan kuliner ikan kuah kuning pun cukup mudah, pertama anda perlu merendam ikan yang sudah dipotong-potong dan diberi garam pada lauratan air asam selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu ikan di goreng sampai matang. Bila ikan sudah matang, tumis bumbu-bumbu rempahan yang sudah dihaluskan, masukan santan dan selanjutnya masukan ikan yang sudah digoreng tadi. Diamkan hingga bau harum tercium.
Biasanya masakan ikan kuah kuning sering disantap bersamaan dengan masakan lainnya yaitu papeda. Namun jika anda tidak menyukainya, anda pun dapat menggunakan nasi putih sebagai penggantinya. Menarik bukan, pastikan anda menikmati kuliner ini jika anda mengunjungi daerah papua. Anda pasti akan memperoleh pengalaman yang menarik dari rasa masakannya.

Disadur dari berbagai sumber.

Nasi Jinggo, Kuliner Murah Meriah Khas Bali

Friday, June 7, 2013

Kalau di Jogja kita kenal sego kucing, di Bali ada yang namanya nasi jinggo. Dari mana datangnya nama itu, tapi yang jelas dikalangan masyarakat Bali, pengganjal lapar ini sangat populer terutama karena harganya yang sangat merakyat, antara 1500 sampai 2500 per bungkus. Sayang ukurannya yang mini membuat kebanyakan orang perlu berbungkus-bungkus untuk merasa kenyang. Nasi Jinggo hanya dijual di malam hari, biasanya dijajakan di atas trotoar setelah toko tutup, jadi kurang lebih seperti lesehan Malioboro, lagi-lagi perbandingannya Jogja. Bagi mereka yang datang ke Bali sebagai turis dan tinggal di kantong-kantong wisatawan seperti Kuta atau Sanur, mungkin agak sulit menemukan Nasi Jinggo.
Pangsa pasarnya memang sepertinya bukan untuk wisatawan, sehingga jika Anda ingin mencicipinya, anda harus meluncur ke Denpasar. Penjaja Nasi Jinggo banyak sekali, selain yang mangkal di trotoar, ada juga yang menjajakan dengan sepeda ontel. Selintas mungkin nampak sama saja. Tapi di kalangan para pecinta Nasi Jinggo, hanya ada beberapa tempat saya yang bisa dijadikan referensi, diantaranya yang berlokasi di Jalan Diponegoro, di depan bekas supermarket Tragia, dan di Jalan Thamrin, sebelah bioskop Wisata yang hidup enggan mati tak mau. Nasi Jinggo dibungkus daun pisang yang disemat bambu, itu sudah keharusan karena kalau tidak aromanya tidak khas lagi. Kekecilan kalau dibandingkan dengan bungkusnya, nasi putih yang pulen tersembunyi dibawah lapisan daun yang memisahkan antara nasi dengan lauknya. Lauknya biasanya terdiri dari suwiran daging yang biasanya tersedia pilihan sapi dan ayam, mie goreng, saur (seperti serundeng jawa), kacang Bali, dan sambal yang ekstra pedas.
Lauknya hampir selalu terlalu sedikit dibandingkan nasinya, jadi disitulah sambal yang ekstra pedas berperan, supaya ketika tinggal tersisa nasinya, masih bisa kita makan dengan bantuan rasa pedas dari sambalnya. Tapi sekali lagi, nasinya hanya bisa dibilang kebanyakan bila dibandingkan dengan lauknya, tapi bila dibandingkan dengan kebutuhan kita, tidaklah sebanding. Rata-rata pria perlu sekitar lima bungkus untuk merasa kenyang.
Selain rasa dan harga, kenikmatan Nasi Jinggo biasanya berada pada suasananya.Buka dari malam hari sampai menjelang subuh, biasanya si penjaja menggelar karpet di sepanjang trotoar sehingga selain sekedar mengisi perut, biasanya juga dijadikan tempat nongkrong dan kongkow berbagai kalangan, dari kumpulan mahasiswa sampai geng motor. Kondisi di Bali yang relatif aman membuat orang tidak memiliki terlalu banyak kekhawatiran.
Jika Anda sedang berliburdi Bali dan ingin merasakan sesuatu yang khas bagi masyarakat Bali, cobalah Nasi Jinggo. Selain itu, penjual nasi jinggo biasanya juga menyediakan lauk pauk tambahan seperti telur puyuh, ceker ayam pedas, dan masih banyak lainnya. Namun yang namanya lauk ekstra pastinya dijual secara terpisah, dan biasanya harga lebih mahal dari pada Nasi Jinggo. Nah, itu semua tergantung anda mau nambah lauk ekstra atau tidak. Jika tujuan anda ingin merasakan nikmatnya kuliner bali tak ada salahnya mencoba lauk ekstra. 
Keberadaan Nasi Jinggo masih banyak dijumpai di pusat kota atau di sekitar area Kuta dengan plakat atau spanduk "Jual Nasi Jinggo". So, Jika anda berencana atau sedang liburan di Bali makanan ini bisa dijadikan menu alternatif yang cerdas untuk menghemat pengeluaran anda. 

Disadur dari berbagai sumber.

Aneka Kuliner Khas Madura Yang Nikmat

Tuesday, June 4, 2013

Citarasa unik yang dimiliki oleh makanan khas Madura ini menjadi kekhasan tersendiri yang tidak bisa tidak memang dimiliki oleh setiap makanan khas yang ada di Indonesia. Selain citarasa, sajian serta cara pengolahannya pun pasti memiliki sedikit perbedaan. Meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan. Perbedaan yang tidak terlalu signifikan ini disebabkan karena memang selera masyarakat Indonesia yang sama. Setidaknya hampir sama. Makanan khas Madura juga ikut menyertakan berbagai rempah-rempah dalam pengolahannya, pun demikian dengan sebagian besar makanan yang ada di Indonesia.
Tidak akan ada habisnya jika membicarakan makanan khas Indonesia. Negeri yang terdiri dari banyak daerah ini tentu saja memiliki keanekaragaman makanan khas yang akan membuat Anda ketagihan. Makanan khas Madura bisa jadi salah satunya. Keanekaragaman makanan khas yang dimiliki oleh Indonesia ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi bidang pariwisata yang dimiliki Indonesia. Ketika seuatu wilayah banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, bukan tidak mungkin, makanan khas tersebut juga ikut diperkenalkan. Hal seperti ini juga bisa saja berkenaan dengan makanan khas Madura.

Berikut ini info masakan dan makanan khas madura :

1. Soto Madura
Makanan khas Madura yang pertama rasanya sangat akrab bagi Anda, ya, makanan tersebut adalah soto. Soto madura menggunakan bahan dasar daging sapi, telur rebus, tauge, dan kentang goreng. Adapun bumbu kuahnya terdiri atas bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, kemiri, jeruk purut, dan garam.
Soto madura disajikan dengan taburan daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng. Untuk pelengkap, makanan khas Madura yang satu ini dihidangkan dengan sambal dan irisan jeruk nipis.
Di Sumenep, soto disajikan dengan singkong rebus. Makanan khas Madura yang unik ini memakai tauge goreng, bihun, bawang daun, bawang goreng, daging sapi, dan usus sapi. Soto sumenep disajikan dengan bumbu kacang yang dibuat dari kacang, petis, dan pisang muda, yang diulek hingga halus.
Lain lagi di Pamekasan. Soto pamekasan berbahan kentang rebus, perkedel kentang, dan tauge, yang diguyur kuah kaldu bening berbumbu merica dan bawang putih. Soto sumenep dihidangkan dengan taburan bawang goreng dan daun seledri. Sebagai pelengkap, soto dimakan dengan lontong, rempeyek, dan bakwan jagung. Nyatanya, makanan khas Madura ini sendiri memiliki keragaman justru di daerahnya itu sendiri. Benar-benar unik dan kaya bukan?
Sementara itu, di Bangkalan, selain daging sapi, kadang soto memakai bahan daging ayam atau jeroan. Soto bangkalan disajikan dengan taburan kentang goreng. Untuk kuahnya, makanan khas Madura ini memiliki dua jenis, yakni kuah bening dan kuah kuning.

2. Nasi Jagung
Makanan khas Madura yang selanjutnya adalah nasi jagung. Kondisi tanah dan iklim Madura sangat cocok untuk tanaman jagung. Rasa jagung yang ditanam di Madura, konon, lebih enak dibanding jagung dari daerah lain. Sebagian masyarakat Madura, bahkan, menggunakan jagung sebagai makanan pokok.
Jika Anda bekunjung ke Madura, penjual nasi jagung dapat dengan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional. Biasanya, penjual nasi jagung membawa dagangannya dalam bakul bambu. Makanan khas Madura ini sangat sederhana, meskipun demikian, citarasanya akan mampu membuat Anda ketagihan.
Makanan khas Madura, nasi jagung madura, tentu saja dibuat dari beras jagung dengan campuran sedikit beras putih biasa. Nasi jagung terasa sedap karena disajikan hangat di atas wadah dari daun pisang. Nasi jagung cukup menyehatkan karena dilengkapi urap sayur-sayuran segar, berupa taoge dan kacang panjang.
Selain urap, pilihan lainnya yang menemani kelengkapan makanan khas Madura ini adalah sayur lodeh. Untuk lauknya, tersedia pepes tongkol dan tempe bumbu bali. Nasi jagung makin terasa sedap jika dimakan dengan sambal.

3. Kaldu Soto (Kalsot)
Makanan khas Madura selanjutnya yang cukup unik adalah ka;ldu soto. Kaldu soto atau biasa disebut kalsot merupakan makanan unik yang mungkin hanya bisa ditemui di Madura. Tampilannya mirip bubur kacang ijo karena kaldu soto menggunakan bahan utama kacang hijau. Meski sama-sama berbahan baku kacang hijau, rasa kaldu soto tentu berbeda dengan bubur kacang ijo. Kaldu soto berasa asin dengan aroma daging yang kuat karena menggunakan kikil sapi. Makanan khas Madura yang berkuah ini akan sangat pas jika disantap saat cuaca sedang dingin.
Selain itu, kaldu soto berbumbu rempah-rempah sehingga terasa gurih. Makanan khas Madura ini makin terasa sedap dengan taburan bawang merah goreng dan seledri. Jika menyukai rasa pedas, kaldu soto dapat ditambah sambal.

4. Sate Lalat
Sate madura bagi kita mungkin sudah biasa. Di setiap kota di Indonesia, hampir bisa dipastikan selalu ada warung sate madura. Namun, pernahkah Anda mencoba sate lalat? Ya, makanan khas Madura yang satu ini memiliki nama yang unik dan cenderung terdengar menjijikan.
Sate lalat atau di Madura disebut sate laler, tentu bukan sate yang dibuat dari bahan lalat. Seperti sate-sate yang lain, sate lalat dibuat dari daging kambing atau ayam. Namun, daging kambing atau ayam tersebut dipotong kecil-kecil sebelum ditusuk dan dibakar sehingga disebut sate lalat. Sebutan sate lalat bagi makanan khas Madura yang satu ini tak lain karena potongan dagingnya yang kecil-kecil sehingga menyerupai lalat.

Disadur dari berbagai sumber.

Kuliner Khas Kalimantan Yang Nikmat


Kalimantan, siapa tak mengenalnya. Sebuah pulau yang sarat akan hutan lindung dan alamnya yang natural menyimpan daya pikat yang fenomenal. Betapa tidak, lihat saja beberapa titik lokasi di setiap daerahnya yang dapat dikunjungi. Mulai dari Kepulauan Derawan, Martapura, Pasar Terapung, Danau Sentarum, dan tentunya masih banyak lagi. Setiap lokasi tersebut, tidak perlu diragunakan lagi pesona keindahannya. Masing-masing memiliki keunggulan daya pikatnya.
Akses untuk menuju ke lokasi pun cukup mudah, karena Pemerintah Daerah Kalimantan setempat turut serta dalam pembangunan. Pembangunan apa? Tentunya alat-alat transportasi untuk mencapai ke setiap lokasi. Hal inilah yang mampu mempermudah wisatawan-wisatawan yang datang ke Kalimantan untuk menikmati keeksotikan wisata yang mereka ‘jamu’.
Akan tetapi, tidak hanya pesona pikat alamnya saja yang dapat dinikmati. Kenikmatan makanannya pun memiliki pesona yang tentunya akan membuat mulut menelan ludah berulang kali. Apakah itu? Penasaran tentunya bukan, kuliner apa saja yang menjadi andalan di Kalimantan. Berikut ini beberapa contoh kuliner yang wajib dikunjungi kala ke Kalimantan.

1. Ayam Cincane (Samarinda, Kalimantan Timur)
Satu lagi kuliner khas Indonesia yang berbahan dasar ayam. Di Samarinda khususnya ada Ayam Cicane yang begitu terkenal dan nikmat. Ayam Cincane ini merupakan salah satu kuliner andalan di kota Samarinda. Pada zaman dahulu, kuliner ini dijadikan hidangan utama ketika masyarakat Samarinda menyelanggarakan pesta pernikahan atau acara menyambut tamu kehormatan.
Namun seiring berjalannya waktu, sekarang Ayam Cincane dapat dijumpai di beberapa kedai ataupun rumah makan. Daging ayam kampung yang digunakan bersama dengan bumbu berwarna kemerahan menjadi ciri khas tersendiri dari Ayam Cincane. Rasanya gurih dan nikmat jika dibandingkan dengan daging ayam potong. Ditambah kenikmatan dari bumbu Cincane yang semakin istimewa.
Ayam Cincane umumnya dihidangkan bersama dengan sepiring nasi putih. Sebagai pelengkap hidangan, menu ini dihidangkan bersama dengan sambal yang terbuat dari cabe merah, cabe rawit, tomat merah, serta garam. Selain itu juga perasan air jeruk nipis menambah kenikmatan dari sajian tersebut.

2. Pisang Gapit (Balikpapan, Samarinda; Kalimantan Timut)
Apakah Anda mengenal atau tahu dengan Pisang Gapit? Tentu kebanyakan orang belum terlalu memahami apakah sajian kuliner yang dimaksud. Sebagai informasi singkat Gapit berasal dari bahasa Banjar dan Kutai yang artinya Jepit. Jadi Pisang Gapit merupakan pisang yang dijepit menggunakan alat jepit.
Pisang Gapit ini menjadi sajian khas dari daerah Kalimantan Timur, khususnya wilayah Samarinda, Balikpapan dan daerah Kaltim lainnya. Dengan berbahan dasar pisang; khususnya pisang kapok, pisang sanggar, atau pisang tanduk pisang tersebut dibakar sambil digapit. Setelah itu, pisang digencet sampai pipih lantas dicampurkan adonan-adonan (saus) tertentu.
Di beberapa ruas Kalimantan Timur, santapan ini bisa ditemui tidak hanya di pinggir-pinggir jalan. Hotel di Balikpapan dan Samarinda pun menyajikan sajian yang berbahan utama pisang ini.

3. Soto Banjar (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Kenikmatannya tentu sudah dikenal meluas di Tanah Air Indonesia. Hal ini mengingat soto Banjar sekarang tidak harus dinikmati di Banjarmasin, Kalimantan Selatan saja. Namun banyak gerai-gerai yang menjual soto Banjar di beberapa daerah di Indonesia. Rasanya? Tentu saja tidak kalah nikmat dan gurih dengan soto Banjar aslinya.
Soto Banjar ini memiliki bahan utama ayam dan aneka rempah-rempah harum, seperti: kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Selain itu juga aneka bumbu untuk memberi kesedapan seperti bawang merah, bawang putih dan merica. Bumbu tersebut ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
Soto Banjar berisikan daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dan ditambahkan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.

4. Lontong Orari (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Sajian lain yang menggetarkan lidah yang berada di Banjarmasin adalah Lontong Orari. Dengan bentuk lontong segitiga lebar dan pipih, satu porsi untuk menikmati kelezatannya berisi dua lontong. Porsi ini benar-benar kelas berat.
Lontong Orari juga diguyur opor nangka muda. Warna kuahnya tidak terlalu kuning. Dan uniknya cara memakannya yaitu memakai tangan alias tidak memakai sendok. Wow keren bukan???
Menilik sejarahnya Lontong Orari terbentuk karena penjual lontong yang berjualan di dekat para sekumpulan para brekers yang mengatasnamakan ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia). Oleh penjualnya lantas menambahkan Orari di belakangnya. Terciptalah Lontong Orari.

5. Bubur Pedas (Sambas, Kalimantan Barat)
Bubur di Indonesia memiliki banyak jenis dengan keragaman rasa yang berbeda-beda. Ada Bubur Manado, Bubur Ayam Jawa, Bubur Ketan Hitam, Bubur Pisang, dan masih banyak macam yang lainnya. Kebanyakan dari bubur-bubur tersebut memiliki rasa manis dang an ada juga yang gurih, lembut. Bagaimana jika pedas apakah ada bubur Pedas?
Tentu saja jawabannya ada. Bubur Pedas berasal dari Sambas, Kalimantan Barat. Namun jangan salah sangaka, pedas di sini rasanya bukan pedas sekali ya. Bubur Pedas memiliki rasa yang nikmat, guruih, pedas, dan segar. Jadi tetap aman untuk dikosumsi.
Bubur Pedas memiliki tekstur kental dan berkuah pedas, manis sekaligus segar dengan isi pangsit yang lembut gurih. Taburan daun ketumbar membuat bubur ini makin segar dan rasanya sedap.

6. Sayur Rotan (Palangka Raya, Kalimantan Tengah)
Rotan, ternyata dapat dimanfaatkan selain sebagai bahan baku untuk membuat meubel maupun kerajinan tangan. Rotan ternyata bagi masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, justru menjadi makanan khas, terutama rotan muda untuk dibuat sayuran. Hmm.. seperti apa ya???
Rotan terlebih dulu dibersihkan, kemudian kulitnya dibuang, dan bagian dalam yang agak lunak dipotong-potong ukuran kecil. Hal ini untuk memenuhi selera pengudapnya. Sayur Rotan atau masakan khas Dayak itu biasanya saat dimasak dicampur dengan terong asam, ubi keladi yang telah dipotong-potong, dan dicampur bumbu-bumbu sayuran. Rasanya pun sungguh lezat dan nikmat.
Sayur rotan ini pun dapat dijumpai di restoran atau rumah makan khas Kalteng. Namun hanya beberpa saja yang menyediakan mengingat proses memasaknya pun cukup sulit, karena terlebih dulu harus dibersihkan dari duri-durinya.

7. Kapah (Tarakan, Kalimantan Utara)
Indonesia memiliki provinsi baru yaitu, Provinsi Kalimantan Utara. Provinsi ini terbagi atas 1 kota dan 4 kabupaten. Dan kota yang dimaksud adalah Tarakan.
Di Tarakan ini ada sebuah sajian yang menjadi tradisi masyarakat tarakan apabila berkunjung ke pantai amal. Masyarakat di kota Tarakan ini menyebut makanan ini kapah atau nama latinnya Meretrix meretrix (Linnaeus,1758).
Kapah adalah sejenis kerang yang banyak di temukan di pesisir pantai khususnya kota Tarakan. Kapah adalah menu utama dan penyajian favorit dengan cara direbus dengan ciri khas sambalnya. Hampir seluruh pondok-pondok/rumah makan di pesisir pantai amal menjual kapah, baik yang mentah untuk dapat di bawa pulang maupun siap saji yang langsung dinikmati dengan di temani indahnya panorama pantai amal.
Seluruh wisatawan yang berkunjung ke Tarakan belum lengkap rasanya apabila tidak mencicipi lezatnya kapah khas Tarakan.

Disadur dari berbagai sumber.

Tauco Khas Cianjur, Kuliner Yang Terkenal

Thursday, May 16, 2013

JIKA berkunjung ke Kabupaten Cianjur jangan lupa mencoba Geco. Makanan yang merupakan singkatan dari tauge dan tauco ini diklaim menjadi makanan khas Cianjur yang rasanya cukup menggoda lidah. Maklum ciri khas dari makanan ini adalah lumuran tauco yang merupakan bumbu makanan khas dari Cianjur. Bumbu tauco geco sendiri terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).
Tauco adalah bumbu makanan yang terbuat dari biji kedelai (Glycine max) yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi). Fermentasi tauco dengan direndam dengan air garam, kemudian dijemur pada terik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan. Pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk/bau terasi.
Dari beberapa produsen tauco tradisional mengatakan bahwa hasil rendaman, air rendamannya itulah diolah menjadi kecap sedangkan biji kedelainya menjadi tauco. Terdapat berbagai cara mengolah tauco yang masing masing memiliki keistimewaan tersendiri. Contoh tauco yang beredar di daerah Riau berbeda dengan tauco dengan di daerah Jawa dan Kalimantan. Tiap daerah memiliki keunikan cita rasa tersendiri.
Dari pengalaman, tauco dapat disimpan lama sampai bertahun tahun, dan tidak akan rusak atau basi selama penyimpanannya tidak terkena air mentah ataupun terkontaminasi dengan bahan organik lainnya. Sayang, tidak ada penelitian yang lebih terperinci mengenai tauco. Oleh para buruh kasar (khususnya masyarakat Tionghoa) dibeberapa daerah, tauco digunakan sebagai lauk setiap makan terutama saat makan bubur bening. Penggunaannya yang umum adalah sebagai bumbu atau penyedap dalam membuat lauk pauk, misalnya ayam bumbu tauco, nasi goreng tauco, ikan tumis tauco.
Produksi tauco Cianjur kini semakin menyusut, seiring dengan berkurangnya jumlah pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan makanan khas Cianjur ini. Beberapa tahun terakhir ini, produksi tauco Cianjur yang sempat mengalami masa kejayaan dengan go international turun drastis. Banyak pengusaha tauco yang gulung tikar atau pindah ke usaha lain. Alasan mereka, kurang bisa bersaing dengan makanan impor yang masuk ke kota santri ini. Alasan ini semakin kuat ketika sudah dibukanya jalur Tol Cipularang yang diyakini telah menurunkan omset penjualan para pengusaha tauco ini.
Produsen tauco pertama  di Cianjur adalah Seorang warga keturunan Cina bernama Tan Ken Yan, yang mencetuskan ide pertama kali membuat tauco di Cianjur dengan merek dagang "Cap Meong" yang berdiri sejak tahun 1880. Di Cianjur sendiri tauco mulai berkembang dari tahun 1900 dalam bentuk industri rumahan yang dikembangkan dari rumah ke rumah. Hingga saat ini mereka tetap mempertahankan tauco apa adanya dan menjadi merek tauco lokal yang cukup dikenal di Cianjur.

Disadur dari berbagai sumber

Empal Gentong Khas Cirebon Yang Nikmat

Sunday, May 12, 2013
Menyantap hidangan berkuah asli Cirebon ini bukan hanya bikin kenyang tetapi juga bisa mengobati rasa kangen kampung. Sajian khas dari kota udang ini bisa jadi menu makan siang yang mantap. Cukup dimakan dengan nasi putih plus sedikit sambal. Rasanya gurih lezat. Nama empal gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan hidangan berkuah asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.
Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Selain menggunakan kayu bakar dan gentong, makanan ini disajikan menggunakan kucai(Chlorella sorokiniana) dan sambal berupa cabai kering giling.[rujukan?] Empal gentong dapat disajikan dengan nasi atau juga lontong. lontong menurut orang cirebon hanyalah beras yang dimasukan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk silinder, tidak ada campuran lainnya, kemudian direbus selama 4 jam. Salah satu kedai empal gentong yang bisa anda kunjungi adalah Empal Gentong Mang Darma JL. Slamet Riyadi no. 1, Krucuk – Cirebon.
Istilah empal di Cirebon adalah gulai, bukan gepuk atau dendeng. Disebut demikian karena dimasak paling sedikit lima jam dalam gentong atau kuali menggunakan bahan bakar khusus, yaitu kayu dari pohon asam. Hal itu guna menciptakan rasa dan tingkat keempukan daging. Cara memasak dengan kuali ini sudah dilakukan secara turun temurun. Wadah tanah liat yang sudah dipakai bertahun-tahun akan memberi sentuhan rasa sedap yang tiada tara. Tentu saja karena kerak bumbu sudah mengendap di pori-pori tanah liatnya.
Pada saat disajikan api harus tetap membara untuk menjaga suhu makan standar. Paduan daun kucai sebagai penyedap sekaligus penetralisir lemak serta sambal cabai kering dan kerupuk rambak menjadikan rasa yang khas. Cabai kering ini dipakai supaya tidak menimbulkan sakit perut bagi orang-orang yang tidak kuat pedas. Salah satu penjual empal gentong adalah Warung Zubaedah yang lokasinya dekat dengan Stasiun Kereta Api Cirebon. Ia mulai berjualan di tempat itu sejak tahun 2003. Setiap hari dibutuhkan 10 kilogram daging sapi.
Dari 10 kilogram daging tersebut, tidak semuanya murni daging tetapi ada campurannya juga, seperti paru, babat, iso, tulang muda. Tinggal dipilih sesuai dengan selera. "Kalau orang zaman dulu malah sempat pakai daging kerbau. Itu juga karena populasinya masih banyak dan juga dipercaya punya efek kuat untuk kebutuhan jasmani," ujar Zubaedah (65) sambil tersenyum.
Di Cirebon, warung empal gentong memang mudah ditemukan. Salah satu yang direkomendasikan adalah Warung Mang Darma. Ia sudah berjualan empal sejak tahun 1948 secara berkeliling di Kota Cirebon. "Sekarang Bapak sudah tak mampu berjualan", tutur Casita, anak Mang Darma yang kini mengurus warung tersebut. "Soalnya sudah usia 80 tahun. Jadi harus istirahat di rumah", tambahnya. Awalnya, tutur Casita, Darma bekerja sebagai penumbuk bumbu pada penjual empal gentong lainnya. Lama-kelamaan, ia pun hafal bumbu empal gentong. Karena itulah sejak tahun 1948 ia keluar dan membuka usaha sendiri dengan berjualan keliling. Kemudian sejak tahun 1982, Darma mangkal di dekat rel kereta, tak jauh dari lokasi jualan saat ini. "Di tempat ini baru sekitar 5 tahun," jelas Casita.
Sesuai dengan namanya, empal gentong, daging dimasak di dalam gentong dari tanah liat selama lebih dari 10 jam. Yang dimasak tidak terbatas hanya daging, tetapi juga jeroan seperti limpa, paru, hati, usus, babat, bahkan kepala sapi. "Soalnya memang ada yang suka," ujarnya. Dalam sehari, Warung Darma bisa kedatangan 100 orang. Untuk itu ia menyediakan 25 kilogram daging dan jeroan. Tak heran kalau hasilnya bisa mencapai Rp 700.000. Belum termasuk bila mendapat pesanan untuk rapat, arisan, atau pesta.
Pembeli bisa memilih sendiri daging atau jeroan yang dikehendaki. Setelah itu daging dalam gentong tadi akan dipotong kecil-kecil dan disiram dengan kuah.
Di atasnya lalu ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Empal gentong bisa disajikan dengan nasi atau lontong, sesuai selera pengunjung. Kini empal gentong Mang Darma dijual Rp 13.000 per porsi. Sebagai pelengkap, biasanya disediakan kerupuk lambak (kerupuk kulit kerbau) yang didatangkan dari Plered, disebut derokdok. Selain di Jalan Slamet Riyadi, empal gentong Mang Darma juga bisa di temukan di beberapa tempat di Cirebon seperti di Pujagalana, Stasiun Kereta Api Cirebon atau di Grage Mal, yang semuanya dikelola anak-anaknya. Di Jakarta, empal gentong Mang Darma bisa ditemukan di daerah Bintaro.

Gurih dan Lezatnya Tahu Pong Khas Semarang

Sunday, May 5, 2013

Jika mendengar kata Semarang, tentu kuliner khas yang paling banyak disebut adalah bandeng presto atau wingko babat. Tapi, di Semarang sendiri ada nih kuliner yang sebetulnya sudah ada sejak tahun 1970. Kuliner tersebut bernama tahu pong. Tahu Pong adalah makanan khas Semarang yang unik karena di dalamnya kopong atau kosong. Inilah yang kemudian menjadi sebab kenapa dinamakan tahu kopong. Namun walaupun isinya kosong, tahu pong tetap memiliki nilai kelezatan yang tinggi. Tahu pong adalah tahu yang digoreng, lalu disajikan sebagai lauk bersama dengan nasi dengan lalap acar dan sambel yang terbuat dari campuran kecap, petis, cabai dan bawang.
Kuliner dengan bahan dasar utama tahu goreng ini mulai dikenal di Semarang sejak tahun 1930-an. Nama tahu pong berasal dari kata kopong atau kosong. Tahu yang digunakan untuk membuat hidangan tahu pong memang merupakan tahu yang kosong tidak ada isinya. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nama pong berasal dari kata ‘phong’ yang dalam dialek Banlam (Hokkian Selatan) berarti menggembung. Hal ini cukup masuk akal mengingat pada mulanya tahu adalah makanan khas Cina yang dalam bahasa Hokian disebut dengan ‘tauhu’ (kedelai yang difermentasi), yang kemudian menyebar ke wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, hingga ke seluruh dunia.
Tahu goreng yang lezat ini kemudian disandingkan dengan sambal petis dan acar lobak. Petis inilah yang merupakan kuliner asli Indonesia. Berbeda dengan terasi yang dikenal hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara, petis hanya dikenal di Indonesia khususnya di pesisir utara Jawa. Sejarah terciptanya petis berasal dari para nelayan di pesisir utara Jawa yang tidak ingin membuang sisa olahan makanan laut mereka. Sisa masakan tersebut lalu ditambah dengan gula jawa dan dipanaskan hingga mengental seperti saus dan digunakan sebagai teman makan kudapan.
Dua jenis makanan dari dua budaya yang berbeda ini kemudian disandingkan dalam satu wadah sehingga terciptalah menu tahu pong yang mampu menggunggah selera. Anda yang suka pedas bisa menambahkan cabai yang telah diulek ke dalam petis yang telah dicairkan. Kemudian makanlah tahu bersama dengan sambal tersebut, sensasi gurih, asin dan manis segera terasa di mulut. Jangan lupa tambahkan acar lobak yang asam dan segar sebagai penyeimbang rasa.
Lantas, apa yang membuat tahu pong begitu istimewa? Selain bahan dasar tahunya memang khas Semarang, kota berjuluk kota atlas ini masih kental dengan suasana tempo dulu yang menyejukkan mata setiap wisatawan. Maka, tak heran jika banyak wisatawan yang merasa kangen untuk kembali menikmati tahu pong langsung di kota Semarang. Sama halnya dengan lumpia, tahu pong juga termasuk panganan yang diadaptasi dari kuliner China. Siapa pun tentu akan tergoda dengan kenikmatan tahu pong khas Semarang. Apalagi jika dimakan selagi hangat dan dicocol dengan kuah petis yang dicampur sambal rawit. Wuih, dijamin bikin liur menetes!

Bosan Makan Mie Baso? Cobain Deh Lomie Khas Bandung

Sunday, April 21, 2013
Anda penggemar kuliner mie namun belum pernah menikmati lomie karena meragukan kehalalannya, jangan takut, karena kini ada lomie yang halal. Mi yang disajikan dengan berbagai campuran di dalamnya termasuk mi berukuran agak besar dan juga bakso. Sepintas memang terlihat seperti mi bakso biasa. Tapi lomie ini punya ciri khas tersendiri, yaitu kuah kental dengan cita rasa manis sekaligus gurih. Menu lomie ini bisa jadi alternatif sajian mi untuk Anda yang bosan dengan mi bakso biasa. Tidak sulit menemukan hidangan yang disajikan dalam mangkok besar ini. Di Bandung, kedai lomie bisa dibilang cukup banyak. Ada Lomie 61 yang sudah mempunyai banyak cabang, Lomie Karuhun yang tersohor, dan juga Lomie Pekalongan dengan ciri khasnya tersendiri. Ketiga kedai lomie ini hampir selalu penuh oleh para pelanggan. Tempat lain yang menawarkan menu ini adalah Kedai Lomie 88 di Jalan Citarum, Kedai Lomie di Jalan Lombok, dan Kedai Lomie di Jalan Imam Bonjol. Ketiga tempat ini juga punya lomie yang tidak kalah enak. Kedai Lomie 88 misalnya. Kedai lomie di Jalan Citarum menawarkan lomie komplet dengan isian mi, tauge, kangkung, ceker, dorokdok, bakso, pangsit, dan juga kuah kental yang kaya akan rempah. Tidak lupa ditambahkan bawang goreng, daun bawang, seledri, dan jeruk limau.
"Kuah kentalnya terbuat dari campuran kaldu, bawang merah, bawang putih, ebi, cumi, kocokan telur, tepung maizena, dan aneka rempah lainnya yang menciptakan cita rasa manis gurih yang khas," ujar Ahmad Holil, pemilik Kedai Lomie 88. Menurut Holil, resep dengan rempah-rempah tertentu inilah yang membedakan lomie miliknya dengan lomie lainnya. Mulai beroperasi sejak 2002, lomie ini sudah punya pelanggan tetap dari Bandung maupun luar kota, khususnya Jakarta. Seporsi lomie komplet ditawarkan Rp 14 ribu. Sama dengan Kedai Lomie 88, Kedai Lomie Lombok yang berlokasi di dekat persimpangan Jalan Aceh dan Jalan Lombok ini selalu diserbu pelanggan begitu jam makan siang tiba. Menjelang sore, lomie biasanya sudah ludes terjual. Dengan ruang duduk yang terbatas, banyak juga pelanggan yang membeli untuk dibawa pulang atau dimakan di dalam mobil. 
Semangkuk besar mi besar pipih ditambahkan bakso, pangsit basah berisi ayam, serta kangkung dan tauge rebus lalu disiram kuah kental. Tidak lupa juga ditambahkan dorokdok, ayam suwir, ceker, dan juga jeruk limau untuk memberi cita rasa asam segar. Sebagai garnish, bawang goreng, daun bawang, dan juga seledri ditaburkan di atas sajian. Rasa gurih, manis, sedikit asam, dan pedas jika menambahkan sambalnya bercampur begitu lomie masuk mulut. Mi yang lembut dan kuah kentalnya memberi sensasi tersendiri ketika menikmatinya. Lomie ini dibanderol Rp 12 ribu per mangkuk dengan porsi yang cukup besar. Hampir sama dengan Lomie 88 dan Lomie Lombok, Lomie Imam Bonjol juga disajikan dengan pangsit rebus berisi ayam, serta kangkung dan tauge rebus. Yang agak berbeda adalah kita bisa memilih lomie dengan isian tambahan bakso atau ayam atau percampuran keduannya. Banyaknya orang yang datang dan rela mengantre serta makan bersempit-sempitan di kedai yang terletak di pusat jajanan ini, seolah menjawab pertanyaan soal rasa lomie di sini. Seporsi lomie di Jalan Imam Bonjol ini ditawarkan Rp 15 ribu.

Wisata Kuliner : Kerak Telor Betawi, Sajian Unik & Nikmat

Monday, April 15, 2013
Bagi para penggemar kuliner,pasti sudah tidak asing mendengar nama Kerak Telor. Makanan khas masyarakat betawi ini konon sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.Kerak telor merupakan makanan khas Jakarta. Sekarang ini, sudah agak sulit mencari penjual kerak telor, kecuali di acara-acara khusus, seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ). Pada masa kolonial Belanda dahulu, kerak telor sempat menjadi makanan elit khas Betawai yang terkenal kelezatan rasanya. Makanan ini dihidangkan saat pesta dan hajatan besar para pembesar pada masa itu. Kerak telor dibuat dengan bahan baku beras ketan putih, telur ayam, ebi, kelapa sangrai, dll. Semua bahan tersebut didadar dan dimasak di atas tungku tanah liat.  
Kerak telor juga dapat kita buat dari beras ketan, lalu ada juga telur ayam atau bisa juga dengan telur bebek, bahan yang lainnya yaitu udang yang telah kering lalu kemudian semuanya disangrai kering lalu ditambah bawang merah goreng dan diberi bumbu yang telah halus berupa kelapa sangrai, cabai merah,kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Biasanya makanan ini bisa anda jumpai saat Pekan Raya Jakarta (PRJ) tiba,yaitu sekitar bulan Juni – Juli. Di sepanjang jalan Kemayoran hingga ke depan pintu gerbang PRJ berjejer deretan penjual kerak telor. 

Harga nya pun bervariasi,dengan kisaran Rp. 15.000,- s/d 35.000,- anda sudah bisa menikmati seporsi kerak telor. Tapi jika PRJ berakhir,anda akan susah menemukan makanan ini. Hanya ada beberapa penjual yang setia menjajakan kerak telor mereka. Seperti Bapak Durrahman, yang berjualan di sekitar jl.HOS Cokroaminoto Menteng. Beliau berjualan setiap hari dari jam 17.00 hingga dagangan nya habis atau sekitar pukul 22.00 malam. Kerak telor buatan Bapak Durrahman yang biasa dipanggil Babe ini ternyata sudah cukup terkenal. Terbukti dari seringnya beliau di undang untuk mengisi acara Festival Kuliner Betawi di hotel-hotel bintang lima di jalan Thamrin, seperti Sari Pan Pacific,Nikko,Hotel Indonesia Kempinsky,dan Mandarin Orchard. 
Bahkan beberapa kepala chef hotel tersebut sudah mengakui kelezatan dan kualitas kerak telor buatan beliau. Rasa kerak telor buatan beliau memang cukup khas. Telur bebek dan topingnya pun terasa. Tak heran kerak telor babe ini menjadi terkenal,karena rasanya memang enak. Selain kerak telor babe Durrahman ini,anda juga bisa menemui kerak telor lain di area – area berikut :
• Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat 
• Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat
• Obyek wisata Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta selatan 
• Beberapa tempat lainnya di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan daerah sekitar perbatasan Jakarta dan Bogor (Citayam, Bojong). 
Sayang nya penjual kerak telor ini makin lama makin langka. Seolah – olah makanan ini hanya ramai anda jumpai saat PRJ tiba. Padahal banyak orang yang menyukai kudapan ini. 
Proses kehadiran kerak telor menjadi makanan tradisional Betawi tak lepas dari proses akulturasi atau percampuran kebudayaan antar bangsa. Kita ketahui bahwa sejak abad ke-5, tanah Jakarta, khususnya kawasan Pelabuhan Kalapa, telah menjadi kawasan internasional. Berbagai bangsa>> Maksudnya, di Pelabuhan Kalapa sudah terjadi interaksi antaretnis maupun bangsa. Konon, kerak telor dipengaruhi oleh tradisi kuliner India, Arab, Tionghoa, bahkan Portugis. 
Pengaruh India dibawa oleh para pedagang dari Gujarat yang membawa serta pedagang dari Kerala, yang terkenal sebagai juru masak handal. Mereka yang memperkenalkan kari, jenis masakan yang berasal dari Tamil, India namun menggunakan rempah-rempah yang berasal dari Indonesia. Mereka juga membawa martabak, atau yang disebut orang Kerala sebagai beda roti yang berarti roti dengan telur. Masakan Arab terkenal dengan bumbu rempah-rempahnya seperti jinten, kapulaga, cengkeh, kayu manis, wijen dan minyak samin sehingga aroma rempahnya sangat nyata dengan rasa bertemu pedas. 
Beberapa contoh jenis masakan Arab dalam sajian dapur Betawi seperti acar bawang merah, soto tangkar, sayur bebanci, nasi goreng kambing, nasi kebuli, pacri nanas dan masih banyak lagi. Jejak komunitas keturunan Portugis masih dapat kita jumpai di Kampung Tugu di utara Jakarta. Salah satu ciri masakan Portugis terletak pada bumbu yang dibakar. Contoh masakannya adalah pindang serani, di mana bumbu-bumbu pembuatnya dibakar terlebih dahulu. Begitu pula hidangan ringan kenari pada bolu karamel, talam singkong, dan lain-lain.

Wisata Kuliner : Sega (Nasi) Lengko Khas Cirebon Yang Nikmat

Thursday, April 11, 2013


Cirebon tidak hanya punya hidangan khas nasi jamblang. Saat berkunjung atau sekadar melintas kota di pesisir utara Jawa itu, cicipilah nasi lengko. Meski sama-sama berbahan dasar nasi, penyajian dan lauk lengko berbeda dengan jamblang. Sega lengko atau nasi lengko dalam bahasa Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan yang rendah kalori dan juga terbuat dari bahan non-hewani. Untuk membuat nasi lengko yang digunakan antara lain nasi putih dalam keadaan panas, lalu ditambah dengan tahu goreng, mentimun, tempe goreng yang telah dicacah, tauge yang sudah direbus, dan potong kecil-kecil daun kucainya. Dan terakhir sebagai pelengkap di atas nasi lengko ditaburi dengan bawang goreng, bumbu kacang, dan kecap manis.  
Soal rasa, nasi lengko ini tak ada duanya. Perpaduan nasi ditambah sayur-sayuran yang segar menimbulkan rasa yang segar ketika disantap, dan juga ada rasa gurih yang berasal dari bumbu kacang dan bawang goreng. Kuliner ini sebenarnya sangat sederhana, hanya nasi putih dicampur dengan berbagai macam sayuran. Namun nasi lengko ini sangat digemari, khususnya di daerah Cirebon. Nasi lengko ini sangat menyehatkan bagi tubuh karena kaya akan serat dan protein. Karena sebagian besar bahan yang terdapat didalamnya terdiri dari sayur-sayuran segar. Sebagai penambah selara makan, nasi lengko ini biasanya ditemani dengan sate kambing. Sate kambing ini membuat rasa dari nasi lengko semakin enak ketika dinikmati terutama ketika di siang hari dan perut keroncongan. 
Tidak ketinggalan kerupuk aci sebagai pelengkap sajian nasi lengko ini. nasi lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel madiun atau pecel pada umumnya. Isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang lumayan pedas beserta taburan bawang goreng dan irisan daun kucai.Kelezatan nasi lengko sebenarnya terletak pada rasa pedas sambalnya. Namun untuk yang tidak suka pedas, jangan khawatir. Tuang kecap di atas sambal sesuai selera. Rasa kecap manis bercampur sambal dijamin lezat di lidah.

Lebih afdol lagi bila disantap bersama kerupuk dan biasanya juga terdapat sate kambing muda. Saat sedang berada di cirebon sepertinya anda haruss mencoba masakan khas yang satu ini walaupun sudah sedikit sulit menemukannya. Dari yang sedikit itu terdapat sebuah warung yang tedapat di jl pagongan kota cirebon. Hanya dengan Rp 7000 kita sudah bisa mendapatkanseporsi nasi lengko lezat. Harga untuk satu porsi nasi lengko khas Cirebon ini dihargai dengan harga Rp. 7000,anda sudah bisa mendapat satu piring nasi lengko lezat belum termasuk dengan sate kambing. Untuk para pecinta kuliner yang suka dengan makanan sehat yang bisa memanjakan lidah nasi lengko inilah pilihannya. Segera meluncur ke daerah pantura tepatnya di Cirebon. Rasakan kelezatan dan kenikmatan yang dihasilkan nasi lengko. Sehat, bergizi, lezat! Selamat menikmati.
 

Pariwisata Indonesia Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger